Cara Belajar Support dan Resistance bagi Pemula

Cara belajar support dan resistance Sekarang anda melangkah lebih mendalam lagi untuk membahas tentang support dan resistance. Anda akan terus di pandu untuk mengenali dan memahami apa itu support dan resistance.

Apa anda masih ingat konsep supply dan demand (penawaran dan permintaan)? Ketika demand naik dan supply turun, maka harga akan naik. Begitu sebaliknya jika supply naik dan permintaan demand turun, maka harga akan turun. Begitulah kata dari guru ekonomi waktu SMA dulu.

Nah pada kenyataan, harga mata uang di pasar akan selalu bergerak naik dan turun. Hal ini di pengaruhi oleh supply dan demand untuk mata uang tersebut. Ketika, ada suatu waktu di pasar dimana harga berhenti bergerak naik ataupun berhenti bergerak turun. Itu karena di sebabkan oleh demand atau supply yang sudah tidak cukup besar untuk menyebabkan harga naik atau turun.

Dalam analisis teknikal, anda bisa dapat memperkirakan kapan kira-kira demand atau supply besar. Caranya adalah dengan mengenali level support dan resistance tesebut.
Cara Belajar Support dan Resistance bagi Pemula
Cara Belajar Support dan Resistance bagi Pemula
Lalu apa itu support dan resistance?

Support adalah suatu area level harga, dimana pada level itu demand cukup besar untuk menahan turunya harga Demand>Supply. Pada level ini lah, harga akan cenderung berhenti bergerak turun, dan kemungkinan besar bisa akan naik kembali. Lebih singkatnya support adalah level yang di perkirakan untuk menahan pergerakan turun (bearish).

Sedangkan resistance adalah suatu area harga, dimana pada level itu supply cukup besar untuk menghentikan naiknya harga Supply>Demand. Pada level ini lah, harga akan cenderung bergerak naik, dan kemungkinan besar akan turun kembali. Lebih singkatnya resistance adalah yang diperkirankan untuk menahan pergerakan naik (bullish).

Untuk contoh anda bisa melihat gambar dibawah ini.
Cara Belajar Support dan Resistance bagi Pemula
Support Resistance
Gambar diatas memperlihatkan garis zig-zig membentuk grafik yang bergerak ke atas. Ketika saat harga bergerak naik dan kemudian turun lagi, maka titik tertinggi yang di capai sebelum akan turun lagi itulah yang disebut resistance.

Ketika saat harga bergerak naik lagi, maka titik terendah dicapai sebelum harga bergerak naik lagi itulah yang di sebut support. Seperti itu kita akan menentukan level resistance dan support dengan pergerakan harga yang dapat naik dan turun sepanjang wakut.

Perlu anda ketahui bahwa level resistance dan support tidak harus merupakan level yang pasti. Artinya adalah wajar jika beberapa trader untuk berselisish beberapa angka ketika menentukan resistance dan support. Yang terpenting adalah resistance dan support tersebut berada di kisaran angka yang tidak terlalu jauh jaraknya tersebut.

Resistance menjadi support dan support menjadi resistance.

Apakah anda bingung? Jangan bingung dahulu, memang begitu adanya. Ok mari kita bahas.

Meskipun dari awal pembahasan support dan resistance ini dikatakan bahwa level-level itu mampu untuk menahan laju pergerakan harga. Tetapi tidak berarti bahwa level-level itu akan abadi (permanen) selamanya. Kebalikanya, hal yang sama akan terjadi pada resistance, dimana supply tidak lagi cukup besar untuk menahan pergerakan naik.

Sebagai contoh anda berdiri di salah satu ruangan, ada lantai dan langit-langit. Langit-langit di ruangan, anda analogikan saja sebagai resistance. Sedangkan lantainya,  anda analogikan sebagai support, dan di tangan anda ada sebuah bola golf, kemudian anda melemparkan bola golf tersebut ke atas hingga menyentuh langit-langit. Jika lemparan anda tidak terlalu kuat, maka bola golf yang anda lempar akan memantul kembali kebawah.Tetapi jika lemparan anda cukup kuat, maka langit-langit tersebut akan jembol. Begitulah kira-kira.

Cara Belajar Support dan Resistance bagi Pemula

Kesimpulan

Jadi ketika resistance jebol (tembus) maka harga akan terus bergerak naik. Resistance yang terjadi berada diatas harga itu, sekarang posisi resistance berada di bawah harga. pada saat itulah resistance berubah menjadi support.

Begitu juga dengan support, ketika support jebol (tembus) maka harga akan terus bergerak menjadi turun. Support yang terjadi berada dibawah harga, sekarang posisi support berada di atas harga, pada saat itulah support berubah menjadi resistance.



Daftar Live Account Foreximf klik di bawah ini :