Cara belajar trendline - Trendline adalah alat yang sangat lazim untuk di gunakan
dalam analisis teknikal. Bahkan trendline sangat penting, karena stragegi dalam
trading forex yang paling baik itu adalah trading yang mengikuti tren
pergerakan harga. Jika anda bisa menggambar trendline dengan tepat, maka garis
itu bisa sama akuratnya dengan metode trading yang lain. Maka anda harus
benar-benar lebih mengenali garis sederhana yang di sebut trendline itu.
Sangat penting juga bagi anda untuk bisa mengidentifikasi
tren itu sendiri. Karena kegagalan mengenali tren merupakan awal dari kegagalan
anda untuk meraih keuntungan dalam melakukan trading. Untuk melangkah lebih
jauh tentang tren, kita akan membahas terlebih dahulu jenis-jenis tren
tersebut.
1. Tren naik
(uptrend)
Tren naik (uptrend) adalah dimana suatu keadaan ketika
harga sedang bergerak naik. Tetapi anda prasyaratnya untuk menentukan bahwa
pasar yang berada dalam uptrend. Coba anda perhatikan gambar berikut ini.
![]() |
| uptrend |
Keterangan gambar :
P = Peak
T = Trough
HP = Higher Peak
HT = Higher Trough
Prasyarat Uptrend adalah adanya sederetan Peak (puncak)
yang akan semakin tinggi dan Trough (lembah) yang juga akan semakin tinggi.
Karena ada kata “sederetan” berarti lebih dari satu, yang artinya minimal harus
ada dua puncak dan dua lembah yang akan
semakin tinggi.
2.
Tren turun (downtrend)
Trend turun (downtrend) adalah suatu keadaan ketika harga
sedang bergerak turun. Tetapi downtrend, ada prasyaratnya juga. Coba anda
perhatikan gambar berikut ini.
![]() |
| downtrend |
Keterangan gambar :
P = Peak
T = Trough
LP = Lower Peak
LT = Lower Trough
Prasyarat downtrend adalah adanya sederetan Peak (puncak)
yang semakin rendah dan Trough (lembah) juga semakin rendah. Karena ada kata
“sederetan” maka lebih dari satu. Yang artinya, minimal harus ada dua puncak dan dua lembah yang akan semakin
rendah.
3.
Datar (sideways)
Sideways artinya pergerakannya bukan Uptend dan bukan
juga Downtrend. Yang artinya adalah mendatar, namun juga ada naik dan ada yang turun,
tetapi hanya terbatas di range tertentu. Dengan demikian, harus ada pada uptend
dan downtrend yang tidak bisa kita temukan.
![]() |
| sideways |
Keterangan gambar :
P = Peak
T = Trough
LP = Lower Peak
HT = Higher Trough
LT = Lower Trough
Nah kita sudah membahas jenis-jenis tren tersebut, sekarang
kita akan membahas tentang trendline.
Agar bisa menggambar trendline dengan baik, tentunya
harus mengenal terlebih dahulu tren nya. Pada keadaan uptrend, gambar trendine
dengan menghubungkan minimal dua titik Trough (lembah). Sedangkan untuk pada keadaan
downtrend, gambar trendline dengan menghubungkan minimal dua titik Peak
(puncak).
![]() |
| up trendline |
Contoh gambar di atas telah menunjukan sebuah Up
trendline yang di tarik untuk menghubungkan dua titik lembah, pada saat itu,
trendline berperan sebagai support. Tembusnya trendline itu merupakan sinyal
awal bahwa uptrend kemungkinan akan berakhir.
Contoh di bawah ini merupakan trendline yang telah
ditarik pada saat downtrend. Pada saat itu, trendline berfungsi sebagai
resistance. Tembusnya trendline itu kemungkinan merupakan suatu indikasi bahwa
downtrend akan berakhir.
![]() |
| down trendline |
Lalu bagaimana jika sideways? Jika sideways maka
gambarlah dua garis horizontal sebisa mungkin
masing-masing menghubungkan minimal dua lembah atau dua puncak. Hanya
itu saja yang anda gambar, sangat sederhana bukan?
Kemudian di bawah ini merupakan contoh penggambaran
trendline.
![]() |
| Trendline |
Dengan contoh gambar diatas kita dapat melihat bahwa
dalam pegerakan harga bisa terjadi beberapa kali dalam perubahan tren.
Perhatiakan bahwa gambar diatas meperlihatkan tren naik, atau yang kita sebut
sebagai major trend.
Hal-hal
yang harus di perhatikan
1. Trendline yang valid menghubungkan paling tidak dua
puncak atau lembah, tetapi untuk mengkonfirmasi trenline tersebut kita
membutuhkan titik puncak atau lembah ke tiga.
2. Semakin miring trendline yang anda gambar, maka
tingkat kekuatan akan semakin berkurang dan bahkan semakin mudah di tembus.
3. Trendline akan semakin valid jika semakin banyaknya
titik yang di hubungkan olehnya.
4. Jangan untuk memaksa menggambar trendline yang di
“valid-valid” kan. Jika memang tidak mungkin bagi anda untuk menggambar
trendline yang valid, maka carilah alternative yang lain. Intinya : jangan
memaksakan harus menggambar trendline, sebab yang lebih penting lagi adalah mengidentifikasi
tren itu sendiri.
Daftar
Live Account Foreximf klik di bawah ini :





