Cara Belajar Strategi Menggunakan Trendline Kelas Dasar

Cara belajar stratregi menggunakan trendline – selamat anda sudah berada di kelas dasar. Kemarin anda sudah mempelajari dasar-dasar analisis teknilal mulai dari resistance, support, trendline dan chanel. Dan sekarang anda akan mempelajari strategi untuk meraih peluang pasar (trading) berdasarkan dasar-dasar analisis teknikal.

Sebelum untuk melanjutkan, ingatlah bahwa pada dasarnya trendline dan chanel juga adalah support dan resistance. Disaat downtrend, trendline dapat berfungsi sebagai resistance. Begitu sebaliknya disaat uptrend, trendline dapat berfungsi sebagai support.
Pada dasarnya anda dua strategi yang bisa anda terapkan berdasarkan support dan resistance. Yaitu “bounce trading” dan “breakout trading”.

1. Bounce trading

Yang merupakan metore trading untuk memanfaatkan “pantulan” harga , ketika harga sudah mencapai support atau resistance dan memantul dari sana. Jika anda masih bingung anda dapat melihat gambar dibawah ini akan menjelaskan apa yang di maksud bounce trading.
Cara Belajar Strategi Menggunakan Trendline Kelas Dasar
Bounce trading
Intinya anda hanya menunggu ada pantulan dari area resistance atau support untuk melakukan trading. Kenapa tidak melakukan sell tepat pada resistance atau buy tepat pada support? Karena, anda akan memerlukan semacam komfirmasi bahwa resistance atau support tersebut belum tembus. Bisa saja pergerakan harga bisa naik atau turun begitu cepat atau tajam hingga langsung menembus resitance atau support. Nah, pantulan itu yang menajdi semacam tanda bahwa level resistance atau support tersebut masih kuat. Di pembahasan lebih lanjut, anda akan mempelajari konfirmasi seperti apa yang bisa anda kenali.

2. Breakput trading

Di dalam dunia trading, resistance dan support tidak akan bertahan selamanya. Pada suatu saat level-level itu pasti akan tembus. Nah pada saat itu anda masih bisa untuk mencoba mencari peluang dengan strategi yang disebut breakout trading. Strategi breakout ini 100% sangat berbeda dengan brounce trading. Jika brounce trading tadi anda menunggu pantulan untuk buy atau sel. Namun pada strategi breakout anda malah memanfaatkan tebusnya resistance dan support dengan asumsi bahwa, tembusnya resistance atau support cenderung di ikuti oleh rally.

Dibawah ini adalah contoh menggambarkan strategi breakout trading denggan memanfaatkan tembusan dari resistance dan support.
Cara Belajar Strategi Menggunakan Trendline Kelas Dasar
Breakout trading
Strategi  gambar di atas merupakan strategi agresif. Dimana transaksi langsung dilakukan setelah sudah mendapatkan konfirmasi tembusnya level resistance atau support.
Suatu resistance atau support dianggap tembus, jika sudah memenuhi paling tidak salah satu dari dua hal dibawah ini.

1. Jika anda menggunakan candlestick chart, maka body dari candlestick itu harus menembus atau memotong garis resistance atau support.
Cara Belajar Strategi Menggunakan Trendline Kelas Dasar
valid and false break
2. Pada saat terjadi breakout, terjadinya peningkatan volume, semakin signifikan peningkatannya. Maka breakout tersebut dianggap semakin valid. Untuk mengenai volume ini akan kita bahas dikesempatan lain.

Nah itu tadik merupakan strategi breakout trading yang agresif. Tapi ada juga trader yang memilih menunggu konfirmasi selanjutnya.

Para trader yang tidak agresif ini, menerapkan strategi breakout yang agak konservatif. Agar lebih mudah, kita sebut strategi breakout konservatif. Lalu bagaimana strategi konservatif ini? Berikut ini ulasanya.

Jadi ketika breakout sudah terkonfirmasi, anda tidak langsung untuk mengambil posisi buy ataupun sell, seperti strategi breakout agresif. Tetapi anda menunggu terjadi “pullback” kembali ke area resistance atau support. Setelah tejadinya pullback, anda menunggu lagi terjadi pantulan dari level resistance atau support tersebut. kemudian barulah anda untuk melakukan transaksi buy atau sell.

Supaya anda tidak bingung dalam pemaparan diatas, anda dapat melihat gambar dibawah ini agar anda lebih mudah untuk memahaminya.
Cara Belajar Strategi Menggunakan Trendline Kelas Dasar
Conservative breakout trading
Strategi breakout agresif ataupun konservatis, kedua strategi ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Jika menggunakan breakout agresif, kelebihan yang diperoleh adalah anda bisa segera entry dan tidak akan ketinggalan “momen”. Namun untuk kelemahan, misal anda telah melakukan sell segera ketika support tembus, namun malah harga naik lagi, dan kembali berada diatas support tadi.

Untuk strategi konservatif, kelebihan yang diperoleh adalah jika anda menggunakan strategi konservatif, kemungkinan anda untuk terjebak lebih kecil, karena anda menunggu pullback dulu dan mencari konfirmasi pantulan. Namun perlu anda ketahui bahwa, pullback tidak selalu terjadi setelah terjadi breakout, itulah kelemahan dari strategi konservatiif, anda akan berpotensi kehilangan kesempatan untuk entry, karena harganya sudah telanjur lari.
Setiap trader mempunyai teknik yang berbeda-beda. Anda bisa memilih, apakan anda akan menjadi agresif atau menjadi koservatif. Jika anda mempunyai pribadi sabar, strategi konservatif mungkin cocok anda terapkan, namun jika anda memiliki pribadi yang gesit dan menyukai suatu tantangan, mungkin lebih cocok menggunakan strategi agresif.

Namun anda jangan bingung untuk memilih strategi apa yang cocok untuk anda? jika anda bergabung dengan foreximf, anda akan di bantu untuk memilih strategi yang sesuai dengan kepribadian anda, dan anda akan dibimbing sampai anda benar-benar mahir dalam melakukan trading.




Daftar Live Account Foreximf klik di bawah ini :